Pakar UGM Soal Kebakaran: Pindahkan Depo Pertamina Plumpang

Pengamat ekonomi energi Universitas Gadjah Mada (UGM), Fahmy Radhi, mengatakan kebakaran yang terjadi di Depo Pertamina Plumpang pada Jumat, 3 Maret 2023, mengindikasikan sistem keamanan yang amat buruk.

Menurutnya, sistem keamanan Depo Pertamina itu berada di bawah standar internasional yang mensyaratkan kecelakaan nihil bagi aset strategis dan berisiko tinggi.

Melayat Sri Adiningsih, Menkeu Sri Mulyani: Kenal Sejak Mahasiswa, Berkontribusi Besar soal Ekonomi Sementara, saat melakukan kunjungan ke lokasi kejadian Minggu, 5 Maret 2023, Presiden Joko Widodo menyatakan lokasi Depo Pertamina Plumpang sebagai zona berbahaya yang tidak bisa lagi ditinggali.

Menurut Jokowi, solusi persoalan di Plumpang dapat berupa relokasi warga setempat atau memindahkan Depo Pertamina Plumpang ke reklamasi.

Atas perintahnya, solusi tersebut akan diputuskan oleh Menteri BUMN Erick Thohir dan Penjabat Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono.

Menurut Fahmy, proses pengambilan keputusan terkesan memberikan implikasi bahwa jatuhnya korban adalah kesalahan penduduk yang tinggal di buffer zone yang diklaim milik Pertamina.

Belanda Akui Kemerdekaan Indonesia 17 Agustus 1945, Ini Pendapat Sejarawan UGM Fahmy menilai bahwa Pertamina tidak tampak melakukan upaya serius untuk memperbaiki sistem keamanan yang diterapkan.

Akibatnya, kebakaran beruntun Depo Pertamina berulang, yang kali ini merenggut 19 nyawa penduduk dan mengakibatkan 49 orang luka-luka.

Dilansir dari laman UGM, opsi pemindahan Depo Pertamina Plumpang disebutnya sebagai opsi yang tepat dengan mempertimbangkan beberapa alasan.

Pertama, penyulut kebakaran berawal dari Depo Pertamina Plumpang, bukan rumah penduduk.

Kedua, opsi pemindahan Depo Pertamina dapat diputuskan secara cepat oleh direksi Pertamina.

Sementara, keputusan relokasi kawasan penduduk membutuhkan waktu lebih lama karena melibatkan beberapa pihak, yaitu Pertamina, Pemda DKI, dan warga.

Ketiga, saat ini lokasi Depo Pertamina Plumpang sudah dinilai sangat tidak layak lantaran berada di tengah kawasan padat penduduk.

“Tidak tersedia buffer water cukup yang dibutuhkan untuk proses pendinginan pipa,” ungkapnya di kampus UGM, Senin.

“Pendistribusian BBM dari kilang ke Depo menggunakan pipa yang sebagian melewati kawasan penduduk, sehingga saat pipa terbakar pasti akan menyebabkan kebakaran rumah penduduk di sekitarnya.

Dengan alasan tersebut, maka hanya satu kata: pindahkan Depo Pertamina Plumpang dengan segera,” tambahnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *